Terburu-Buru Menjalani Kehidupan - Part 2

Ditulis Oleh: Irse Wilis
 
Aktivitas selama masa sekolah selalu ngangenin. Dulu, sewaktu masih duduk di bangku sekolah, rasanya ingin sekali untuk cepat-cepat tamat dan menjadi seorang mahasiswa; karena dalam pikiranku: “menjadi seorang mahasiswa pasti menyenangkan karena sangat santai, tidak harus bangun pagi dan ngak perlu hafal satu buku untuk menjawab soal-soal ujian".

Sesampainya di bangku kuliah, rasanya penelitian ilmiah dan tugas akhir bagaikan batu berat yang harus di pikul untuk menyelesaikan studi di bangku kuliah. Rasanya seperti mayat hidup ketika harus menghadapi dosen penguji sewaktu meja hijau. Grogi yang dirasakan, nyaris bisa membuat lupa tentang tugas akhir yang disusun sendiri.

Dalam benakku, belajar adalah sesuatu yang membosankan, buku itu seperti sesuatu yang memuakkan yang enggan untuk di buka dan dipelajari kembali.

Kemalasan dan budaya terburu-buru pernah aku alami yang membuatku tak pernah sabaran dalam menunggu sebuah proses. Hal ini terus berlangsung bahkan di saat aku sudah dewasa dan memasuki dunia kerja. Aku ingin segala sesuatunya instan dan terjadi seperti kehendakku dan inilah yang menjadi batu sandungan buatku, sehingga aku harus ketinggalan kereta menuju kesuksesan seperti teman-teman seangkatanku.

Mungkin kesuksesan itu relatif tergantung dari cara pandang seseorang terhadap diri sendiri, tapi buatku sendiri sukses itu masih jauh karena aku perlu menyembuhkan diri dari budaya terburu-buru yang turut membentukku menjadi pribadi yang tidak tahan banting. Kemajuan teknologi belakangan ini juga turut mengambil peranan penting dalam menyebarluaskan budaya instan ini. Tanpa disadari, manusia sedang berjalan menuju budaya instan yang dapat merubah kepribadian seseorang menjadi agresif, iri hati, jahat, dan super duper egois.

Kebanyakan manusia enggan menaiki tangga untuk mencapai lantai atas. Maunya naik lift supaya cepat sampai. Kalau di bangunan tersebut ada lift,.. syukurlah! Tapi kalau tidak ada? Masa kita harus pindah rumah dan membuang kesempatan emas yang mungkin tersimpan di lantai atas bangunan tersebut...? Aku menyadari dulu, pernah melakukan banyak kesalahan karena menyia-nyiakan kesempatan untuk meraih kesuksesan dalam karir, dan saat ini aku hendak mengingatkan mereka yang sedang menuju lantai teratas dalam karir yang sedang dia bangun, untuk terus semangat dan bertahan sekalipun tantangan dan masalah sedang menumpuk.


Sukses itu ngak gampang dan perlu pengorbanan, dibutuhkan juga ketekunan dan keteguhan agar mampu bertahan dalam setiap badai yang dihadapi. Dan salah satu kiat untuk bertahan adalah keseimbangan dalam iman dan intelektual. Mengapa kita perlu iman yang terus bertumbuh? Jawabnya, agar intelektual yang kita miliki tidak menyesatkan kita dan membuat kita jauh dari kebahagiaan dan sukacita di balik kesuksesan. Karena salah satu kunci kebahagiaan adalah bersyukur dan bersyukur itu identik dan erat kaitannya dengan iman yang bertumbuh dan dewasa. Sementara, intelektual yang bertumbuh dan berkembang juga penting, karena tanpa ilmu pengetahuan maka mustahil untuk menciptakan inovasi dan kreatifitas yang terus berkembang dan maju.

Aku berdoa bagi kamu dan diriku sendiri yang sedang meraih tangga teratas dari sebuah kesempatan yang sedang kita jalani masing-masing; jangan berhenti melangkah, jangan berhenti berjuang dan bertindak, dan barengilah semuanya dengan iman pada Tuhan agar sekalipun tidak sukses dalam hal materi di dunia; setidaknya kita bisa sukses dalam meraih mahkota surgawi.

Mari kita berjuang !!!

Cerita-1 untuk Xinxin

Ditulis Oleh: Irse Wilis
 
07 Desember 2013, bayi mungil hadir di keluarga adikku tersayang. Seorang bayi perempuan yang sangat cantik. Aku ingat betul kesibukan menjelang kelahiran putri cantik ini. Menentukan nama dan tanggal kelahiran adalah hal yang paling membingungkan. Maklumlah, saya sendiri belum jadi seorang ibu yang tidak mengerti akan kehebohan mempersiapkan kelahiran seorang anak.

Xin Claire Brigitta Willis adalah nama putri cantik ini. Dia merupakan anak pertama dari adik kandungku, sehingga boleh lah saya memanggil dia anak. Heheheheh ^_^.  Anak cewek ini lahir dengan keadaan yang sangat kurus mirip seperti ibu kandungnya, memiliki kulit kemerahan yang bisa saya tebak bakalan putih minimal sawo mateng seperti kulit saya ketika dia beranjak dewasa nantinya.

Xinxin nama panggilannya. Ini adalah nama yang diberikan oleh mamanya, dan bapaknya memberi nama Claire dan ako nya memberi nama Brigitta. Jadi, Xinxin adalah anak kami bersama. ^_^.  Mungkin, Brigitta adalah nama yang tidak familiar, tidak terkenal dan susah disebut. Sayapun tidak tau mengapa mengusulkan nama ini, karena sebelumnya saya berpikir nama yang cocok adalah Jean atau Helena, nama yang sangat familiar dan gampang diingat.

Saya sangat jarang bertemu dengan Xinxin karena tempat kerja saya yang sekarang tidak memiliki sistem cuti. Kalau bisa, semua kalender adalah hitam alias gak ada liburnya. Tahun lalu, saya cuti 4 hari dan itupun masih kena marah bos seolah-olah karyawan tidak mempunyai hak untuk mengurus urusan pribadi. Ada-ada aja alasan orang kota dalam menilai karyawan, namun saya tidak mau menjudge bos saya karena dia berhak menentukan aturan ditempat saya bekerja kini.

Pertemuan terakhir dengan XinXin adalah bulan Mei 2015 lalu, saat transaksi penjualan tanah bokap yang diproses di Pulau Nias tercinta. Saat itu, Xinxin masih berumur kurang lebih 1,5 tahun. Usia yang sangat belia dengan gaya manja khasnya, dia tidak mendekatiku. Mungkin dia merasa asing dengan orang yang baru ditemuinya saat itu. Antara Xinxin dan ako tidak sering terjadi komunikasi lantaran omakbapaknya juga jarang menghubungi akonya.

Xinxin anak yang sangat cantik, manja dan terkadang mandiri. Bisa makan sendiri, minum susu sendiri, nonton sendiri dan main sendiri. Xinxin kecil sangat feminim yang menunjukkan sisi feminim yang tinggi dan semoga dapat diterapkan sebagai wanita seutuhnya ketika dia dewasa kelak.

Banyak harapan yang ku impikan pada Xinxin, makanya namanya selalu ku sebut disetiap doaku. Dia adalah sesuatu yang sangat berharga di dalam dunia ini yang menjadi semangat bukan hanya bagi omakbapaknya, tetapi untukku juga. Melihat Xinxin tumbuh dewasa adalah hal yang indah sekaligus tanggungjawab yang berat untuk menuntun dia dekat dengan Tuhan Yesus sebagai satu-satunya sumber harapan dan kekuatan dalam hidup di dunia ini.

Brigitta nama pelindung Xinxin ku harapkan menjadi inspirasi baginya untuk meneladan Santa Brigitta, yang saleh dan memiliki kerendahan hati, serta wajah yang selalu tersenyum meski kehidupan yang dilaluinya gak gampang. Biografi Santa Brigitta dapat dilihat pada link berikut: klik

Xinxin kecil yang terpisah jarak denganku selalu bertemu denganku dalam doa-doaku. Semoga anak ini menjadi sumber kegembiraan dan sukacita di tengah keluarga dan semoga bertumbuh menjadi anak yang cerdas secara intelektual dan spritual. Saya yakin, Tuhan akan menjaganya seperti Tuhan menjaga Santa Brigitta dari setiap kesulitan yang dilaluinya.

Xinxin kecil, jangan pernah lupa akan sejarahmu ^_^

Berbicara Dalam Keheningan Hati

Ditulis Oleh: Irse Wilis

Tuhan,
Aku hendak memuji Engkau dengan segenap hatiku
Ijinkanlah aku menyebut namaMu yang kudus dengan segala hasrat dan kerinduanku
Terhadap Engkau wahai kekasih jiwaku.
Aku mengucap syukur karena telah mengenalMu dengan jalanMu
Aku mengucap syukur atas tanganMu yang selalu menggandengku
Bahkan ketika aku selingkuh dan sibuk dalam kegiatan duniawiku
Aku mohon ampun padaMu ya kekasih Jiwaku, Tuhan dan Gembalaku...
Ampuni aku ketika aku tidak sadar ataupun secara sadar telah melukai hatiMu
Ampuni aku ketika aku menodai cinta tulusMu dengan keinginan dagingku yang jahat..
Ampuni aku ya Tuhan..

Tuhan, Engkau adalah penolong dan penghiburku, sudihlah menolong dan menghibur semua orang yang merasa kesepian dan kehilangan arah,
Sudihlah hadir dalam kehidupan mereka ya kekasih jiwaku, agar mereka mampu kuat berlari ketika beban berat harus mereka pikul, agar mereka mampu tersenyum sekalipun dunia menampar mereka karena kesetiaan mereka pada hukum-hukummu, Tolonglah mereka ya Tuhan dan Penolongku.

Aku sungguh percaya akan penyertaanMu dalam hidupku, dan aku juga percaya Engkau akan menolong dan menopang mereka yang sedang letih,lemah dan berbeban berat, curahkanlah belaskasihMu pada kami ya Allah, agar kami dapat selamat dari dunia yang kelam yang telah menjerat dan menjauhkan kami dari kasihMu

Bersama para malaikat di surga, aku hendak memuji keluhuran dan kekudusanMu
Tuhan semesta alam, penciptaku dan pencipta dunia tempatku berpijak saat ini
Segala kemuliaan hanya bagi namaMu yang kudus, Ya Yesus Tuhan Raja yang maha rahim; kini dan sepanjang masa.

Amin.

Tahapan Dalam Sebuah Hubungan

Ditulis Oleh: Irse Wilis

Ibarat seperti membangun sebuah rumah, segala sesuatunya membutuhkan dana, desain, tahapan dan proses untuk menyelesaikan sebuah bangunan. Begitu juga dengan hubungan, sama seperti membangun sebuah rumah. Ada dana yang dibutuhkan maksudnya: sebagai seorang pribadi hendaknya memiliki nilai berharga sehingga layak untuk dicintai. Nilai berharga yang dimaksud adalah pribadi yang memiliki hubungan dekat dengan Tuhan, kepribadian yang dewasa secara jasmani dan rohani (bertanggung jawab), pribadi yang menarik penuh dengan sikap dan sifat positif, dan lain-lain yang membuat seseorang itu menjadi pribadi yang layak untuk dicintai.

Desain rumah adalah rancangan sebuah bangunan rumah mulai dari letak ruangan, bentuk ruangan, desain ruangan yang melingkupi warna dan gaya, dan lain-lain. Begitu juga sebuah hubungan, masing-masing pasti punya kriteria tersendiri dalam membangun sebuah hubungan. Ada yang maunya seperti Keluarga Kudus Nazaret, ada yang mau seperti keluarga Pangeran William, ada yang mau seperti pernikahan Melly Goeslaw (beda agama), dan lain-lain. Masing-masing pribadi memiliki kriteria pasangan yang diinginkan, sifat dan sikap yang diinginkan, dan lain-lain.

Tahapan adalah langkah-langkah dalam membangun sebuah rumah, mulai dari membangun fondasi bangunan, memasang tiang-tiang, mengecor tiang dan lantai, memasang atap, memasang tangga, kusen, dan lain-lain. Dalam membangun sebuah rumah ada tahapannya. Tidak mungkin sebuah bangunan diawali dengan pembangunan atap, sebelum fondasi rumah terbentuk, tidak mungkin mengecor lantai jika tiang belum terbentuk, begitu juga dengan sebuah hubungan, yang memiliki tahapan yang tidak boleh lompat satu sama lainnya, yang semuanya harus berjalan secara teratur dan konsisten.

Proses adalah kegiatan yang dilakukan selama tahapan berlangsung. Sama seperti saat membangun fondasi (tahapan), maka prosesnya mulai dari menggali tanah, memasang tiang besi, mengecor fondasinya dan kemudian memasang tiang lainnya. Proses adalah seluruh rangkaian kegiatan untuk menyelesaikan tahapan tersebut. Sama seperti sebuah hubungan dimana proses yang dimaksud adalah kegiatan yang berlangsung selama tahapan yang sedang berlangsung. Misalnya:  jika kita berada dalam tahapan persahabatan maka proses yang dimaksud adalah: jalinan komunikasi antar teman, ikut kegiatan kelompok tertentu, hangout/meet up dengan teman-teman, dan lain-lain.

Tahapan dalam sebuah hubungan dapat dilihat di gambar piramida hubungan di bawah ini:
Dalam gambar di atas, terdapat tujuh tahapan yang harus dilalui di dalam menjalani sebuah hubungan.
1.    Persahabatan. Mengapa persahabatan adalah tahapan awal dan paling besar? Karena sebuah hubungan umumnya dimulai dengan persahabatan. Kita boleh menjalani banyak persahabatan guna menemukan teman hidup yang pas sesuai dengan desain yang kita inginkan. Semakin banyak persahabatan yang kita jalin, maka peluang untuk menemukan pasanganpun semakin besar.
2.    Mengenal Lebih Dekat. Dari banyak sahabat yang kita miliki pasti ada seseorang yang sangat spesial yang berhasil mencuri perhatian kita dan sesuai dengan desain yang kita inginkan. Tahapan selanjutnya adalah mengenal seseorang spesial tersebut lebih dekat dan lebih mendalam untuk mengenal pribadinya seutuhnya.
3.    Mengenal Keluarga dan Lingkungan Lebih Dekat. Setelah kita merasa sudah mengenal baik seseorang yang spesial tersebut maka tahapan selanjutnya adalah memasuki lingkungannya. Mengenal keluarga, teman-teman, dan lingkungan hidupnya. Langkah ini diperlukan untuk dapat menilai apakah hubungan yang kita akan jalin kelak, direstui oleh orang tuanya? Apakah pergaulannya dengan teman-temannya baik dan positif? Apakah lingkungan hidupnya sehat dan tidak terlibat kasus kejahatan?. Jika di tahapan ini kita menemukan kendala, misalnya orangtuanya tidak setuju jika dia menjalin hubungan dengan kita, untuk apa hubungan ini dilanjutkan? Mungkin ada beberapa pernikahan yang berhasil terbentuk karena tidak disetujui oleh orangtua, tapi apakah pernikahan seperti itu yang kita idamkan? Contoh lainnya, jika kita mengenal lingkungan pergaulannya tidak sehat seperti sering dugem dan mabuk, apakah kita menginginkan pasangan yang seperti itu? Ingatlah bahwa untuk merubah seseorang menjadi lebih baik adalah mulia dan besar pahalanya, namun dalam kehidupan berumah tangga tidak ada ukuran dan standar untuk bisa mengetahui kapan seseorang itu akan berubah menjadi lebih baik. Jika segampang membalikkan telapak tangan, maka mungkin kita boleh menerima pasangan yang seperti itu; namun sadarilah merubah seseorang itu tidak gampang dan tidak cepat prosesnya.
4.    Pacaran Eksklusif. Setelah tiga tahapan awal berhasil dilalui, maka sudah saatnya kita mengikat diri dalam hubungan spesial dengan seseorang yang spesial tersebut. Dalam tahapan ini, kita telah ganti status dari available menjadi not available. Dalam tahapan ini, pembicaraan tentang masa depan lebih spesifik dibicarakan.
5.    Pertunangan. Setelah masa pacaran dilewati dengan mulus dan tanpa halangan untuk menikah; maka hubungan pacaran ekslusif sampai ke tahapan yang lebih tinggi yaitu pertunangan. Masing-masing individu telah terikat dalam hubungan yang lebih resmi; untuk mempersiapkan diri dalam membangun sebuah rumah tangga.
6.    Menikah. Tahapan selanjutnya dalam sebuah hubungan adalah pernikahan. Ini merupakan tahapan yang serius karena telah melibatkan semua keluarga besar, gereja dan Tuhan. Hubungan yang terbentuk menjadi lebih kudus dan indah karena disahkan oleh semua pihak dihadapan Tuhan yang Empunya kehidupan ini.
7.    Sex. Merupakan Tahapan yang tertinggi dalam sebuah hubungan setelah melewati tahapan satu sampai enam. Merupakan tahapan tertinggi karena sex adalah kegiatan yang paling kudus karena sebagai bentuk pemberian diri secara total, setia, bebas dan berbuah. Sama seperti Allah memberikan diriNya kepada manusia maka sex adalah bukti cinta nyata antar pasangan. Sex yang paling kudus sehingga jumlahnya lebih sedikit; sedikit supaya sex itu lebih murni. Bayangkan aja kalau sex dilakukan sesering mungkin dan tidak ada aturannya, apa bedanya dengan sex antar binatang?!
Demikianlah, tahapan yang harus dijalani dalam menjalani sebuah hubungan yang dilakukan secara bertahap dan teratur. Tidak boleh saling melompati agar menciptakan harmonisasi dalam pembentukkan sebuah hubungan. Ingat seperti membangun sebuah rumah yang butuh tahapan dan proses, maka demikian pula sebuah hubungan yang harus memiliki tahapan dan proses.

Senin, 28 Maret 2016 -> Mengingat Kembali

Ditulis Oleh: Irse Wilis

Sebelas tahun yang lalu, di hari dan tanggal yang sama dengan hari ini; aku resmi menyandang status  sebagai seorang anak yatim piatu. Keluarga besarku pergi serentak meninggalkan aku dan adikku. Bencana gempa bumi yang menimpa tanah kelahiranku membuat kenangan yang mendalam sehingga tidak akan pernah terlupa akan tanggal 28 Maret ini.

Sebagai bagian dari kenangan yang menyedihkan, tentu hal ini tidak baik untuk diingat dan dijadikan sebagai luka batin. Namun, sebagai manusia yang memiliki ingatan dan pikiran adalah hal yang wajar jika mengingat terus akan tanggal ini, sebagai peringatan akan kematian mereka yang sudah pergi meninggalkanku. Kepergian keluarga besar adalah hal yang tidak pernah terbayangkan dan terlupakan. Namun begitulah kehidupan ini yang penuh dengan kejutan-kejutan yang mampu untuk mendewasakan diri, sebagai seorang manusia.

Masih teringat olehku; kejadian sebelas tahun yang lalu, dimana aku berusaha tegar dan dewasa menyikapi kesedihan ini; masih teringat olehku kata-kata yang ku ucapkan sendiri pada kakak sepupuku namun dibalas dengan perkataan: “kok lu gak merasa sedih? padahal mereka sudah meninggal?”. Kesedihan yang aku rasakan tentu sangat besar dan menyakitkan; namun tangisanku tidak sederas tangisannya, sehingga dia menilaiku seperti itu. Aku mengingat, sebelum mereka pergi dari dunia ini tepatnya saat misa di Klaris Gunungsitoli tahun 2004, aku pernah bertanya kepada almh.mama “gimana seandainya bangunan ini runtuh dan menimpa kita dan saat ini kita langsung meninggal dunia?”. Saat itu, posisi kami sedang berada di kapel, mengikuti misa dan sedang terjadi gempa. Mama dengan tenang dan santai menjawab: “ya kalau sudah saatnya pergi, maka pergi aja dan rasanya lebih bahagia kalau meninggal di dalam Rumah Tuhan”. Saat itu, aku tidak memiliki firasat apapun akan kepergian beliau di tahun depannya (2005).

Mama adalah sosok yang sangat menginspirasiku untuk dekat dengan Tuhan. Dia selalu berdoa setiap pagi di dekat balkon lantai 2 rumah kami, di dekat gua Maria kecil, yang dibangunnya menurut desainnya sendiri. Mama adalah seorang wanita yang tidak mengenyam pendidikan tinggi namun berhasil menjadi orang sukses dalam usaha yang digelutinya. Dia sungguh menunjukkan hubungan kedekatannya dengan Yesus, Tuhan yang kami sembah.

Mengingat mama membuat hatiku sangat yakin dengan agama yang ku anut sedari kecil. Mama memberi teladan dan contoh keindahan doa-doa dalam gereja Katolik yang terkesan kaku dan terlalu sistematis. Mama yang tidak pernah bosan berdoa, membuatku menjadi seorang yang mencintai doa sebagai ajang berkomunikasi dengan Tuhan secara pribadi. Sosoknya sungguh meninggalkan kenangan indah dalam hati dan pikiranku. Kepergiannya jelas sangat menyakiti hati dan perasaanku; dan kadang bisa terlintas dalam pikiranku bahwa Allah sungguh tidak adil karena memberikanku kesempatan yang sangat singkat untuk bersama-sama dengan mama. Padahal banyak rencana besar yang ingin ku lalui bersama mama, seperti membelikannya rumah di Medan, ziarah ke tanah suci, dan menemaninya selalu dalam doa lingkungan yang aktif diikutinya.

Tentu saja, pikiran tersebut jahat dan salah karena berasal dari si jahat, yang segera tertepis ketika aku sedang berdoa dalam kepasrahan minta tuntunan Tuhan; karena aku sungguh tidak tau hendak melangkah kemana lagi, karena orangtuaku telah pergi dari dunia ini, sehingga tidak ada lagi yang mengajariku dan membekaliku untuk menghadapi masa depan. Dan secara luar biasa selama sebelas tahun ini, Tuhan tidak pernah meninggalkanku; itulah alasan mengapa aku begitu mencintai Dia dan rela untuk menghabiskan hari-hariku bersama Dia dalam doa, saat teduh, perkumpulan dalam komunitas/kelompok kategorial di gereja. Bagiku, Tuhan sungguh nyata dan hanya bisa disadari kehadiranNya ketika, kita sedang berada di titik terendah dalam hidup ini.

Gempa 28 Maret 2005 menjadi awal perjalananku bersama Bapa yang kekal yang selalu setia untuk hadir melalui orang-orang baik yang ada disekelilingku, yang mengajariku betapa berharganya kehidupan ini dan patut dipergunakan sebagai ajang untuk mengejar mahkota surgawi.

Semoga semua orang yang telah meninggal dalam bencana gempa Nias sebelas tahun yang lalu; mendapat rahmat pengampunan dari Allah Bapa di tahun kerahiman ini; agar semuanya mendapat tempat di kerajaanNya dan mendapatkan kebangkitan badan kelak.

Semoga... Amin!

Sabtu 26-03-2016, Vigili Paskah

Ditulis Oleh: Irse Wilis

Dalam semua ritual agama dan hari besar keagamaan, seseorang pasti memiliki kesenangan tersendiri pada hari/perayaan tertentu. Seperti yang terjadi pada beberapa orang yang bersuku Tionghoa; mungkin ada beberapa orang yang suka pada perayaan imlek karena ada angpaonya, ada juga yang suka dengan cheng beng karena ingin menghormati leluhurnya yang sudah beralih ke alam lain; dan mungkin ini sebagai salah satu bentuk bakti kepada alm.orangtua/leluhur. Bagi saya sendiri hari ini adalah hari yang paling menyenangkan, mengagumkan dan spektakuler.

Dari semua hari raya yang ada, malam vigili paskah adalah malam penantian (vigili=berjaga-jaga) yang mendebarkan, menyenangkan dan membahagiakan karena ada harapan baru dibalik kematian Tuhan yang sudah dikenang semalam (acara penghormatan salib/jumat agung). Mendebarkan karena di malam ini terjadi trasnsfigurasi Tuhan Yesus dari alam kematian menuju kebangkitan mulia. Menyenangkan karena di hari ini, doa, bacaan dan ritual keagamaan sangat banyak, dan ini juga merupakan momen untuk belajar, belajar tentang  tata cara ibadah, belajar tentang doa seperti doa saat pemberkatan lilin paskah atau doa saat pembaharuan janji baptis atau doa litani orang kudus atau mazmur tanggapan yang merupakan doa pujian dan terlebih untuk belajar akan makna perayaan ini sendiri; yang bisa didapat lewat homili atau artikel/renungan yang berkaitan dengan vigili paskah. Saya tidak pernah melogikakan perasaan bahagia yang saya rasakan, sama seperti cinta yang tidak mempunyai alasan dan kadang tidak bisa dinalarkan, perasaan sukacita malam ini begitu penuh mulai dari awal sampai akhir perayaan.

Saya mempunyai seorang teman yang pernah mencap saya sebagai pribadi yang aneh, karena begitu menyukai perayaan hari ini; padahal malam ini adalah perayaan yang paling panjang; dan biasanya umat sangat malas untuk berlama-lama di gereja makanya si teman tersebut mencap saya sebagai seorang yang aneh. Biasanya, acara malam vigili paskah bisa sampai 3 jam-an doanya, apalagi kalau digabungkan dengan acara pembaptisan dan dipimpin oleh Bapak Uskup, waktunya bisa lebih lama. Mungkin, ini juga yang menjadi dasar rasa bosan yang "mereka" rasakan. Sementara untuk saya sendiri, saya begitu menyukai upacara cahaya yang menjadi lambang sebuah harapan baru (kemenangan Kristus atas dosa dan maut) akan keselamatan yang telah dijanjikan Yesus. Saya juga menyukai baca-bacaannya yang super duper panjang, karena mengingatkan saya akan karya Agung Allah mulai dari saat penciptaan dunia dan segala isinya, dan juga saya menyukai doa-doanya terutama litani para Kudus dan tentu saja doa Ekaristi.

Semoga malam vigili paskah ini semakin menyadarkan dan memurnikan saya untuk mencintai Yesus dengan benar sesuai ajaran gerejaNya. Yang kucintai tentu hanya Yesus semata, liturgi/tata perayaan ibadah kucintai sebagai sarana/cara untuk mewujudkan cintaku pada Yesus dalam bentuk nyata lewat tindakan yang nyata. Jika mencintai Tuhan; pasti ada cara mewujudkannya yang salah satunya adalah mencintai dan melaksanakan liturgi sebaik mungkin.

Selamat menyongsong kebangkitan Kristus dalam perayaan Paskah besok.

Kristus akan, pasti dan sudah Bangkit..

Haleluya!

Khasiat Cinta Tuhan

Ditulis Oleh: Irse Wilis

Beberapa dari orang-orang yang ku kenal memiliki cerita rumah tangga yang rumit, dan menyedihkan. Konflik dalam rumah tangga yang sangat banyak dan bisa membuat hati lelah. Beberapa diantaranya: kasus selingkuh di usia pernikahan yang sudah menginjak puluhan tahun. Masalah kebiasaan judi, marah dan sifat buruk lainnya. Saat seminar Love Redefined kemarin, guestspeaker juga bercerita hal yang sama. Dia memiliki teman yang sudah menikah puluhan tahun, dimana sang suami adalah seorang dosen yang kerap bermain perempuan dengan mahasiswinya. Nilai baik dibayar dengan pelayanan di ranjang oleh mahasiswi yang ingin nilainya baik, dan itu dilakukan di rumah mereka, di depan mata istri dan di ranjang mereka bersama.

Keluarga kedua lainnya adalah sebuah keluarga yang mana suami dan istri sama-sama sibuk mencari nafkah, namun beberapa tahun setelah pernikahan, sang istri mulai menunjukkan perilaku yang tidak wajar dengan sering keluar di jam-jam tertentu dan sering menerima telepon di luar jam kantor. Perselingkuhan menjadi masalah di keluarga kedua ini.

Dan di keluarga saya sendiri, cerita seperti kisah keluarga di atas menjadi kisah nyata yang terjadi di depan mata saya dan adik saya. Saya mengingat betul ketika papa saya menjadi seorang yang asing, ketika dia sudah terikat dengan perempuan lain yang menjerat hatinya. Tapi mama, dengan penuh air mata melewati setiap harinya dengan sabar dan iman pada Yesus.

Mama memiliki saudari rohani seorang Suster Klaris yang selalu dicarinya; ketika dia sedang bermasalah dengan papa saya. Mama juga rajin ikut ibadah, serta aktif di lingkungan guna memuaskan tangki cintanya dengan cinta Tuhan. Hal inilah yang membuat mama mampu bertahan dalam pernikahannya. Cinta pada Tuhan mengalahkan ego dari logika akibat perasaan yang terlukai tersebut. Tuhan Yesus menunjukkan cintaNya lewat teman-teman seiman yang dijumpai mama, lewat kami anak-anaknya yang begitu menyayangi beliau, dan lewat keluarga kakek dan nenek dari pihak papa dan mama yang begitu mengasihi mama saya.

Kata cerai bukan kata yang tidak masuk akal untuk diucapkannya. Dia pernah mengucapkan kata ini, di depan kakekku yang membuat kakekku menangis, karena ikut merasa kesedihan yang dialami mamaku. Papaku saat itu telah menjadi orang asing akibat guna-guna yang diberikan oleh perempuan bayaran yang sering dipakainya tersebut. Berbagai cara sudah dilakukan untuk mengobati beliau, namun sia-sia belaka.

Mama tidak pernah curhat dan berkeluh kesah kepadaku, tentang permasalahannya dengan papa. Tapi, melalui orang-orang dewasa yang menjadi saudara dan famili, cerita keretakan hubungan mereka sampai juga ke pikiran dan hatiku. Saya tidak membenci papa atau mama. Tidak marah atas akibat dosa yang dilakukan papa karena saya yakin, papa salah langkah dan tidak tau jalan kembali lagi; dan dalam kehidupan ini setiap orang pasti pernah berbuat salah; jadi saya belajar berbesar  hati menyikapi permasalah itu. Hanya Tuhanlah, yang memampukan papa untuk kembali seperti papa yang saya kenal sejak saya dilahirkan di dunia ini.

Jawaban Tuhan atas permintaan mama tergenapi lewat bencana gempa bumi Maret 2005, yang memisahkan mereka dari dunia ini, yang menjadi akhir dari konflik percintaan mereka. Tuhan tetap menjaga pernikahan mama dan papa sampai ajal menjemput mereka. Perjalanan iman mama, membuatku semakin yakin bahwa kekuatan sesungguhnya yang dimiliki manusia adalah berasal dari cinta Tuhan yang tidak pernah lekang oleh waktu.
Kembali ke sharing guestspeaker Love Redefined, pada kasus pertama, sang istri tetap mendoakan suaminya dan sungguh-sungguh menyerahkan pergumulannya ke dalam tangan Tuhan, dan Tuhanlah yang membuat istri tersebut mampu bertahan dalam pernikahan mereka tersebut sampai 10 tahun kemudian, saat suaminya tiba-tiba mengikuti retret, dan disaat retret itu sang suami mengalami titik balik dalam hidupnya dan matanya baru terbuka untuk mengenal dosa yang selama ini, telah dia perbuat dan telah melukai istrinya. Sekarang, suami dan istri tersebut aktif dalam pelayanan dan satu komunitas dengan guest speaker yang menyampaikan kisah ini.

Kisah kedua juga sama, sang suami dari istri yang berselingkuh tersebut tetap komit mendoakan istrinya, dan pada waktu dan caraNya Tuhan, sang istri berbalik dari cara hidupnya yang salah dan kembali menyadari betapa cintanya suaminya ke dirinya.
Kisah papa dan mamaku tidak berakhir happy ending seperti itu, namun saya percaya rancangan Tuhan adalah rancangan yang terbaik bagi setiap orang yang mengimaniNya.

Para pasangan dari keluarga yang awalnya berantakan ini, menunjukkan bahwa hanya cinta Tuhan yang mampu membuat mereka bertahan dalam setiap ujian pernikahan yang mereka lewati. Khasiat cinta Tuhan sungguh nyata dalam perjalanan hidup mereka sehari-hari, terutama lewat pergumulan yang mereka hadapi. Sungguh benar perkataan bijak yang mengatakan bahwa kehidupan ini seperti emas yang terus menerus mengalami peleburan agar menjadi emas yang murni. Terkadang, di balik permasalahan yang sedang terjadi; Tuhan sekaligus menebar undangan agar kita kembali total mencintaiNya agar mampu hidup kudus dan murni seperti Dia.

Janji Tuhan sungguh nyata bagi setiap yang percaya kepadaNya. Yeremia 29:11 berkata, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”.

Tuhan tidak pernah salah dalam menempatkan kita pada suatu kondisi dan keadaan tertentu, kita dituntut untuk percaya sepenuhnya kepadaNya dan memenuhi tangki cinta kita dengan cinta Tuhan agar kita mampu melewati setiap badai dalam kehidupan.