Berbicara Dalam Keheningan Hati

Ditulis Oleh: Irse Wilis

Tuhan,
Aku hendak memuji Engkau dengan segenap hatiku
Ijinkanlah aku menyebut namaMu yang kudus dengan segala hasrat dan kerinduanku
Terhadap Engkau wahai kekasih jiwaku.
Aku mengucap syukur karena telah mengenalMu dengan jalanMu
Aku mengucap syukur atas tanganMu yang selalu menggandengku
Bahkan ketika aku selingkuh dan sibuk dalam kegiatan duniawiku
Aku mohon ampun padaMu ya kekasih Jiwaku, Tuhan dan Gembalaku...
Ampuni aku ketika aku tidak sadar ataupun secara sadar telah melukai hatiMu
Ampuni aku ketika aku menodai cinta tulusMu dengan keinginan dagingku yang jahat..
Ampuni aku ya Tuhan..

Tuhan, Engkau adalah penolong dan penghiburku, sudihlah menolong dan menghibur semua orang yang merasa kesepian dan kehilangan arah,
Sudihlah hadir dalam kehidupan mereka ya kekasih jiwaku, agar mereka mampu kuat berlari ketika beban berat harus mereka pikul, agar mereka mampu tersenyum sekalipun dunia menampar mereka karena kesetiaan mereka pada hukum-hukummu, Tolonglah mereka ya Tuhan dan Penolongku.

Aku sungguh percaya akan penyertaanMu dalam hidupku, dan aku juga percaya Engkau akan menolong dan menopang mereka yang sedang letih,lemah dan berbeban berat, curahkanlah belaskasihMu pada kami ya Allah, agar kami dapat selamat dari dunia yang kelam yang telah menjerat dan menjauhkan kami dari kasihMu

Bersama para malaikat di surga, aku hendak memuji keluhuran dan kekudusanMu
Tuhan semesta alam, penciptaku dan pencipta dunia tempatku berpijak saat ini
Segala kemuliaan hanya bagi namaMu yang kudus, Ya Yesus Tuhan Raja yang maha rahim; kini dan sepanjang masa.

Amin.

Tahapan Dalam Sebuah Hubungan

Ditulis Oleh: Irse Wilis

Ibarat seperti membangun sebuah rumah, segala sesuatunya membutuhkan dana, desain, tahapan dan proses untuk menyelesaikan sebuah bangunan. Begitu juga dengan hubungan, sama seperti membangun sebuah rumah. Ada dana yang dibutuhkan maksudnya: sebagai seorang pribadi hendaknya memiliki nilai berharga sehingga layak untuk dicintai. Nilai berharga yang dimaksud adalah pribadi yang memiliki hubungan dekat dengan Tuhan, kepribadian yang dewasa secara jasmani dan rohani (bertanggung jawab), pribadi yang menarik penuh dengan sikap dan sifat positif, dan lain-lain yang membuat seseorang itu menjadi pribadi yang layak untuk dicintai.

Desain rumah adalah rancangan sebuah bangunan rumah mulai dari letak ruangan, bentuk ruangan, desain ruangan yang melingkupi warna dan gaya, dan lain-lain. Begitu juga sebuah hubungan, masing-masing pasti punya kriteria tersendiri dalam membangun sebuah hubungan. Ada yang maunya seperti Keluarga Kudus Nazaret, ada yang mau seperti keluarga Pangeran William, ada yang mau seperti pernikahan Melly Goeslaw (beda agama), dan lain-lain. Masing-masing pribadi memiliki kriteria pasangan yang diinginkan, sifat dan sikap yang diinginkan, dan lain-lain.

Tahapan adalah langkah-langkah dalam membangun sebuah rumah, mulai dari membangun fondasi bangunan, memasang tiang-tiang, mengecor tiang dan lantai, memasang atap, memasang tangga, kusen, dan lain-lain. Dalam membangun sebuah rumah ada tahapannya. Tidak mungkin sebuah bangunan diawali dengan pembangunan atap, sebelum fondasi rumah terbentuk, tidak mungkin mengecor lantai jika tiang belum terbentuk, begitu juga dengan sebuah hubungan, yang memiliki tahapan yang tidak boleh lompat satu sama lainnya, yang semuanya harus berjalan secara teratur dan konsisten.

Proses adalah kegiatan yang dilakukan selama tahapan berlangsung. Sama seperti saat membangun fondasi (tahapan), maka prosesnya mulai dari menggali tanah, memasang tiang besi, mengecor fondasinya dan kemudian memasang tiang lainnya. Proses adalah seluruh rangkaian kegiatan untuk menyelesaikan tahapan tersebut. Sama seperti sebuah hubungan dimana proses yang dimaksud adalah kegiatan yang berlangsung selama tahapan yang sedang berlangsung. Misalnya:  jika kita berada dalam tahapan persahabatan maka proses yang dimaksud adalah: jalinan komunikasi antar teman, ikut kegiatan kelompok tertentu, hangout/meet up dengan teman-teman, dan lain-lain.

Tahapan dalam sebuah hubungan dapat dilihat di gambar piramida hubungan di bawah ini:
Dalam gambar di atas, terdapat tujuh tahapan yang harus dilalui di dalam menjalani sebuah hubungan.
1.    Persahabatan. Mengapa persahabatan adalah tahapan awal dan paling besar? Karena sebuah hubungan umumnya dimulai dengan persahabatan. Kita boleh menjalani banyak persahabatan guna menemukan teman hidup yang pas sesuai dengan desain yang kita inginkan. Semakin banyak persahabatan yang kita jalin, maka peluang untuk menemukan pasanganpun semakin besar.
2.    Mengenal Lebih Dekat. Dari banyak sahabat yang kita miliki pasti ada seseorang yang sangat spesial yang berhasil mencuri perhatian kita dan sesuai dengan desain yang kita inginkan. Tahapan selanjutnya adalah mengenal seseorang spesial tersebut lebih dekat dan lebih mendalam untuk mengenal pribadinya seutuhnya.
3.    Mengenal Keluarga dan Lingkungan Lebih Dekat. Setelah kita merasa sudah mengenal baik seseorang yang spesial tersebut maka tahapan selanjutnya adalah memasuki lingkungannya. Mengenal keluarga, teman-teman, dan lingkungan hidupnya. Langkah ini diperlukan untuk dapat menilai apakah hubungan yang kita akan jalin kelak, direstui oleh orang tuanya? Apakah pergaulannya dengan teman-temannya baik dan positif? Apakah lingkungan hidupnya sehat dan tidak terlibat kasus kejahatan?. Jika di tahapan ini kita menemukan kendala, misalnya orangtuanya tidak setuju jika dia menjalin hubungan dengan kita, untuk apa hubungan ini dilanjutkan? Mungkin ada beberapa pernikahan yang berhasil terbentuk karena tidak disetujui oleh orangtua, tapi apakah pernikahan seperti itu yang kita idamkan? Contoh lainnya, jika kita mengenal lingkungan pergaulannya tidak sehat seperti sering dugem dan mabuk, apakah kita menginginkan pasangan yang seperti itu? Ingatlah bahwa untuk merubah seseorang menjadi lebih baik adalah mulia dan besar pahalanya, namun dalam kehidupan berumah tangga tidak ada ukuran dan standar untuk bisa mengetahui kapan seseorang itu akan berubah menjadi lebih baik. Jika segampang membalikkan telapak tangan, maka mungkin kita boleh menerima pasangan yang seperti itu; namun sadarilah merubah seseorang itu tidak gampang dan tidak cepat prosesnya.
4.    Pacaran Eksklusif. Setelah tiga tahapan awal berhasil dilalui, maka sudah saatnya kita mengikat diri dalam hubungan spesial dengan seseorang yang spesial tersebut. Dalam tahapan ini, kita telah ganti status dari available menjadi not available. Dalam tahapan ini, pembicaraan tentang masa depan lebih spesifik dibicarakan.
5.    Pertunangan. Setelah masa pacaran dilewati dengan mulus dan tanpa halangan untuk menikah; maka hubungan pacaran ekslusif sampai ke tahapan yang lebih tinggi yaitu pertunangan. Masing-masing individu telah terikat dalam hubungan yang lebih resmi; untuk mempersiapkan diri dalam membangun sebuah rumah tangga.
6.    Menikah. Tahapan selanjutnya dalam sebuah hubungan adalah pernikahan. Ini merupakan tahapan yang serius karena telah melibatkan semua keluarga besar, gereja dan Tuhan. Hubungan yang terbentuk menjadi lebih kudus dan indah karena disahkan oleh semua pihak dihadapan Tuhan yang Empunya kehidupan ini.
7.    Sex. Merupakan Tahapan yang tertinggi dalam sebuah hubungan setelah melewati tahapan satu sampai enam. Merupakan tahapan tertinggi karena sex adalah kegiatan yang paling kudus karena sebagai bentuk pemberian diri secara total, setia, bebas dan berbuah. Sama seperti Allah memberikan diriNya kepada manusia maka sex adalah bukti cinta nyata antar pasangan. Sex yang paling kudus sehingga jumlahnya lebih sedikit; sedikit supaya sex itu lebih murni. Bayangkan aja kalau sex dilakukan sesering mungkin dan tidak ada aturannya, apa bedanya dengan sex antar binatang?!
Demikianlah, tahapan yang harus dijalani dalam menjalani sebuah hubungan yang dilakukan secara bertahap dan teratur. Tidak boleh saling melompati agar menciptakan harmonisasi dalam pembentukkan sebuah hubungan. Ingat seperti membangun sebuah rumah yang butuh tahapan dan proses, maka demikian pula sebuah hubungan yang harus memiliki tahapan dan proses.

Senin, 28 Maret 2016 -> Mengingat Kembali

Ditulis Oleh: Irse Wilis

Sebelas tahun yang lalu, di hari dan tanggal yang sama dengan hari ini; aku resmi menyandang status  sebagai seorang anak yatim piatu. Keluarga besarku pergi serentak meninggalkan aku dan adikku. Bencana gempa bumi yang menimpa tanah kelahiranku membuat kenangan yang mendalam sehingga tidak akan pernah terlupa akan tanggal 28 Maret ini.

Sebagai bagian dari kenangan yang menyedihkan, tentu hal ini tidak baik untuk diingat dan dijadikan sebagai luka batin. Namun, sebagai manusia yang memiliki ingatan dan pikiran adalah hal yang wajar jika mengingat terus akan tanggal ini, sebagai peringatan akan kematian mereka yang sudah pergi meninggalkanku. Kepergian keluarga besar adalah hal yang tidak pernah terbayangkan dan terlupakan. Namun begitulah kehidupan ini yang penuh dengan kejutan-kejutan yang mampu untuk mendewasakan diri, sebagai seorang manusia.

Masih teringat olehku; kejadian sebelas tahun yang lalu, dimana aku berusaha tegar dan dewasa menyikapi kesedihan ini; masih teringat olehku kata-kata yang ku ucapkan sendiri pada kakak sepupuku namun dibalas dengan perkataan: “kok lu gak merasa sedih? padahal mereka sudah meninggal?”. Kesedihan yang aku rasakan tentu sangat besar dan menyakitkan; namun tangisanku tidak sederas tangisannya, sehingga dia menilaiku seperti itu. Aku mengingat, sebelum mereka pergi dari dunia ini tepatnya saat misa di Klaris Gunungsitoli tahun 2004, aku pernah bertanya kepada almh.mama “gimana seandainya bangunan ini runtuh dan menimpa kita dan saat ini kita langsung meninggal dunia?”. Saat itu, posisi kami sedang berada di kapel, mengikuti misa dan sedang terjadi gempa. Mama dengan tenang dan santai menjawab: “ya kalau sudah saatnya pergi, maka pergi aja dan rasanya lebih bahagia kalau meninggal di dalam Rumah Tuhan”. Saat itu, aku tidak memiliki firasat apapun akan kepergian beliau di tahun depannya (2005).

Mama adalah sosok yang sangat menginspirasiku untuk dekat dengan Tuhan. Dia selalu berdoa setiap pagi di dekat balkon lantai 2 rumah kami, di dekat gua Maria kecil, yang dibangunnya menurut desainnya sendiri. Mama adalah seorang wanita yang tidak mengenyam pendidikan tinggi namun berhasil menjadi orang sukses dalam usaha yang digelutinya. Dia sungguh menunjukkan hubungan kedekatannya dengan Yesus, Tuhan yang kami sembah.

Mengingat mama membuat hatiku sangat yakin dengan agama yang ku anut sedari kecil. Mama memberi teladan dan contoh keindahan doa-doa dalam gereja Katolik yang terkesan kaku dan terlalu sistematis. Mama yang tidak pernah bosan berdoa, membuatku menjadi seorang yang mencintai doa sebagai ajang berkomunikasi dengan Tuhan secara pribadi. Sosoknya sungguh meninggalkan kenangan indah dalam hati dan pikiranku. Kepergiannya jelas sangat menyakiti hati dan perasaanku; dan kadang bisa terlintas dalam pikiranku bahwa Allah sungguh tidak adil karena memberikanku kesempatan yang sangat singkat untuk bersama-sama dengan mama. Padahal banyak rencana besar yang ingin ku lalui bersama mama, seperti membelikannya rumah di Medan, ziarah ke tanah suci, dan menemaninya selalu dalam doa lingkungan yang aktif diikutinya.

Tentu saja, pikiran tersebut jahat dan salah karena berasal dari si jahat, yang segera tertepis ketika aku sedang berdoa dalam kepasrahan minta tuntunan Tuhan; karena aku sungguh tidak tau hendak melangkah kemana lagi, karena orangtuaku telah pergi dari dunia ini, sehingga tidak ada lagi yang mengajariku dan membekaliku untuk menghadapi masa depan. Dan secara luar biasa selama sebelas tahun ini, Tuhan tidak pernah meninggalkanku; itulah alasan mengapa aku begitu mencintai Dia dan rela untuk menghabiskan hari-hariku bersama Dia dalam doa, saat teduh, perkumpulan dalam komunitas/kelompok kategorial di gereja. Bagiku, Tuhan sungguh nyata dan hanya bisa disadari kehadiranNya ketika, kita sedang berada di titik terendah dalam hidup ini.

Gempa 28 Maret 2005 menjadi awal perjalananku bersama Bapa yang kekal yang selalu setia untuk hadir melalui orang-orang baik yang ada disekelilingku, yang mengajariku betapa berharganya kehidupan ini dan patut dipergunakan sebagai ajang untuk mengejar mahkota surgawi.

Semoga semua orang yang telah meninggal dalam bencana gempa Nias sebelas tahun yang lalu; mendapat rahmat pengampunan dari Allah Bapa di tahun kerahiman ini; agar semuanya mendapat tempat di kerajaanNya dan mendapatkan kebangkitan badan kelak.

Semoga... Amin!

Sabtu 26-03-2016, Vigili Paskah

Ditulis Oleh: Irse Wilis

Dalam semua ritual agama dan hari besar keagamaan, seseorang pasti memiliki kesenangan tersendiri pada hari/perayaan tertentu. Seperti yang terjadi pada beberapa orang yang bersuku Tionghoa; mungkin ada beberapa orang yang suka pada perayaan imlek karena ada angpaonya, ada juga yang suka dengan cheng beng karena ingin menghormati leluhurnya yang sudah beralih ke alam lain; dan mungkin ini sebagai salah satu bentuk bakti kepada alm.orangtua/leluhur. Bagi saya sendiri hari ini adalah hari yang paling menyenangkan, mengagumkan dan spektakuler.

Dari semua hari raya yang ada, malam vigili paskah adalah malam penantian (vigili=berjaga-jaga) yang mendebarkan, menyenangkan dan membahagiakan karena ada harapan baru dibalik kematian Tuhan yang sudah dikenang semalam (acara penghormatan salib/jumat agung). Mendebarkan karena di malam ini terjadi trasnsfigurasi Tuhan Yesus dari alam kematian menuju kebangkitan mulia. Menyenangkan karena di hari ini, doa, bacaan dan ritual keagamaan sangat banyak, dan ini juga merupakan momen untuk belajar, belajar tentang  tata cara ibadah, belajar tentang doa seperti doa saat pemberkatan lilin paskah atau doa saat pembaharuan janji baptis atau doa litani orang kudus atau mazmur tanggapan yang merupakan doa pujian dan terlebih untuk belajar akan makna perayaan ini sendiri; yang bisa didapat lewat homili atau artikel/renungan yang berkaitan dengan vigili paskah. Saya tidak pernah melogikakan perasaan bahagia yang saya rasakan, sama seperti cinta yang tidak mempunyai alasan dan kadang tidak bisa dinalarkan, perasaan sukacita malam ini begitu penuh mulai dari awal sampai akhir perayaan.

Saya mempunyai seorang teman yang pernah mencap saya sebagai pribadi yang aneh, karena begitu menyukai perayaan hari ini; padahal malam ini adalah perayaan yang paling panjang; dan biasanya umat sangat malas untuk berlama-lama di gereja makanya si teman tersebut mencap saya sebagai seorang yang aneh. Biasanya, acara malam vigili paskah bisa sampai 3 jam-an doanya, apalagi kalau digabungkan dengan acara pembaptisan dan dipimpin oleh Bapak Uskup, waktunya bisa lebih lama. Mungkin, ini juga yang menjadi dasar rasa bosan yang "mereka" rasakan. Sementara untuk saya sendiri, saya begitu menyukai upacara cahaya yang menjadi lambang sebuah harapan baru (kemenangan Kristus atas dosa dan maut) akan keselamatan yang telah dijanjikan Yesus. Saya juga menyukai baca-bacaannya yang super duper panjang, karena mengingatkan saya akan karya Agung Allah mulai dari saat penciptaan dunia dan segala isinya, dan juga saya menyukai doa-doanya terutama litani para Kudus dan tentu saja doa Ekaristi.

Semoga malam vigili paskah ini semakin menyadarkan dan memurnikan saya untuk mencintai Yesus dengan benar sesuai ajaran gerejaNya. Yang kucintai tentu hanya Yesus semata, liturgi/tata perayaan ibadah kucintai sebagai sarana/cara untuk mewujudkan cintaku pada Yesus dalam bentuk nyata lewat tindakan yang nyata. Jika mencintai Tuhan; pasti ada cara mewujudkannya yang salah satunya adalah mencintai dan melaksanakan liturgi sebaik mungkin.

Selamat menyongsong kebangkitan Kristus dalam perayaan Paskah besok.

Kristus akan, pasti dan sudah Bangkit..

Haleluya!

Khasiat Cinta Tuhan

Ditulis Oleh: Irse Wilis

Beberapa dari orang-orang yang ku kenal memiliki cerita rumah tangga yang rumit, dan menyedihkan. Konflik dalam rumah tangga yang sangat banyak dan bisa membuat hati lelah. Beberapa diantaranya: kasus selingkuh di usia pernikahan yang sudah menginjak puluhan tahun. Masalah kebiasaan judi, marah dan sifat buruk lainnya. Saat seminar Love Redefined kemarin, guestspeaker juga bercerita hal yang sama. Dia memiliki teman yang sudah menikah puluhan tahun, dimana sang suami adalah seorang dosen yang kerap bermain perempuan dengan mahasiswinya. Nilai baik dibayar dengan pelayanan di ranjang oleh mahasiswi yang ingin nilainya baik, dan itu dilakukan di rumah mereka, di depan mata istri dan di ranjang mereka bersama.

Keluarga kedua lainnya adalah sebuah keluarga yang mana suami dan istri sama-sama sibuk mencari nafkah, namun beberapa tahun setelah pernikahan, sang istri mulai menunjukkan perilaku yang tidak wajar dengan sering keluar di jam-jam tertentu dan sering menerima telepon di luar jam kantor. Perselingkuhan menjadi masalah di keluarga kedua ini.

Dan di keluarga saya sendiri, cerita seperti kisah keluarga di atas menjadi kisah nyata yang terjadi di depan mata saya dan adik saya. Saya mengingat betul ketika papa saya menjadi seorang yang asing, ketika dia sudah terikat dengan perempuan lain yang menjerat hatinya. Tapi mama, dengan penuh air mata melewati setiap harinya dengan sabar dan iman pada Yesus.

Mama memiliki saudari rohani seorang Suster Klaris yang selalu dicarinya; ketika dia sedang bermasalah dengan papa saya. Mama juga rajin ikut ibadah, serta aktif di lingkungan guna memuaskan tangki cintanya dengan cinta Tuhan. Hal inilah yang membuat mama mampu bertahan dalam pernikahannya. Cinta pada Tuhan mengalahkan ego dari logika akibat perasaan yang terlukai tersebut. Tuhan Yesus menunjukkan cintaNya lewat teman-teman seiman yang dijumpai mama, lewat kami anak-anaknya yang begitu menyayangi beliau, dan lewat keluarga kakek dan nenek dari pihak papa dan mama yang begitu mengasihi mama saya.

Kata cerai bukan kata yang tidak masuk akal untuk diucapkannya. Dia pernah mengucapkan kata ini, di depan kakekku yang membuat kakekku menangis, karena ikut merasa kesedihan yang dialami mamaku. Papaku saat itu telah menjadi orang asing akibat guna-guna yang diberikan oleh perempuan bayaran yang sering dipakainya tersebut. Berbagai cara sudah dilakukan untuk mengobati beliau, namun sia-sia belaka.

Mama tidak pernah curhat dan berkeluh kesah kepadaku, tentang permasalahannya dengan papa. Tapi, melalui orang-orang dewasa yang menjadi saudara dan famili, cerita keretakan hubungan mereka sampai juga ke pikiran dan hatiku. Saya tidak membenci papa atau mama. Tidak marah atas akibat dosa yang dilakukan papa karena saya yakin, papa salah langkah dan tidak tau jalan kembali lagi; dan dalam kehidupan ini setiap orang pasti pernah berbuat salah; jadi saya belajar berbesar  hati menyikapi permasalah itu. Hanya Tuhanlah, yang memampukan papa untuk kembali seperti papa yang saya kenal sejak saya dilahirkan di dunia ini.

Jawaban Tuhan atas permintaan mama tergenapi lewat bencana gempa bumi Maret 2005, yang memisahkan mereka dari dunia ini, yang menjadi akhir dari konflik percintaan mereka. Tuhan tetap menjaga pernikahan mama dan papa sampai ajal menjemput mereka. Perjalanan iman mama, membuatku semakin yakin bahwa kekuatan sesungguhnya yang dimiliki manusia adalah berasal dari cinta Tuhan yang tidak pernah lekang oleh waktu.
Kembali ke sharing guestspeaker Love Redefined, pada kasus pertama, sang istri tetap mendoakan suaminya dan sungguh-sungguh menyerahkan pergumulannya ke dalam tangan Tuhan, dan Tuhanlah yang membuat istri tersebut mampu bertahan dalam pernikahan mereka tersebut sampai 10 tahun kemudian, saat suaminya tiba-tiba mengikuti retret, dan disaat retret itu sang suami mengalami titik balik dalam hidupnya dan matanya baru terbuka untuk mengenal dosa yang selama ini, telah dia perbuat dan telah melukai istrinya. Sekarang, suami dan istri tersebut aktif dalam pelayanan dan satu komunitas dengan guest speaker yang menyampaikan kisah ini.

Kisah kedua juga sama, sang suami dari istri yang berselingkuh tersebut tetap komit mendoakan istrinya, dan pada waktu dan caraNya Tuhan, sang istri berbalik dari cara hidupnya yang salah dan kembali menyadari betapa cintanya suaminya ke dirinya.
Kisah papa dan mamaku tidak berakhir happy ending seperti itu, namun saya percaya rancangan Tuhan adalah rancangan yang terbaik bagi setiap orang yang mengimaniNya.

Para pasangan dari keluarga yang awalnya berantakan ini, menunjukkan bahwa hanya cinta Tuhan yang mampu membuat mereka bertahan dalam setiap ujian pernikahan yang mereka lewati. Khasiat cinta Tuhan sungguh nyata dalam perjalanan hidup mereka sehari-hari, terutama lewat pergumulan yang mereka hadapi. Sungguh benar perkataan bijak yang mengatakan bahwa kehidupan ini seperti emas yang terus menerus mengalami peleburan agar menjadi emas yang murni. Terkadang, di balik permasalahan yang sedang terjadi; Tuhan sekaligus menebar undangan agar kita kembali total mencintaiNya agar mampu hidup kudus dan murni seperti Dia.

Janji Tuhan sungguh nyata bagi setiap yang percaya kepadaNya. Yeremia 29:11 berkata, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”.

Tuhan tidak pernah salah dalam menempatkan kita pada suatu kondisi dan keadaan tertentu, kita dituntut untuk percaya sepenuhnya kepadaNya dan memenuhi tangki cinta kita dengan cinta Tuhan agar kita mampu melewati setiap badai dalam kehidupan.

Terburu-Buru Menjalani Kehidupan

Ditulis Oleh: Irse Wilis

Sepanjang perjalanan menuju kantor, aku mengemudikan motorku dengan santai, tidak seperti biasa yang suka kencang karena merasa ngak mau tersaingi dengan angkot. ^0^ Pikirku, mesin motor ini kalo dibawa pelan pasti akan sedikit mengkonsumsi bahan bakar, sama seperti kalau kita menuju ke suatu tempat; jika kita berlari maka kalori yang terpakai akan jauh lebih besar dibanding jika kita berjalan kaki menuju tempat tersebut.

Sama seperti jika kita hendak mencapai sesuatu, perlu tenaga ekstra jika tujuan yang ingin dicapai perlu dicapai dalam waktu yang sesegera mungkin. Begitu juga dalam kehidupan ini, ada hal-hal yang harus dicapai dengan sesegera mungkin, dan ada hal-hal yang perlu ditunda dulu agar energi kita tidak menjadi sia-sia. Dengan kata lain, agar waktu dan tenaga serta kesempatan yang kita miliki tidak menjadi sia-sia.

Saat umur remaja, biasanya seorang manusia akan terburu-buru ingin dewasa. Terburu-buru untuk mengenal cinta, terburu-buru ingin merasakan kenikmatan sentuhan-sentuhan kasih sehingga, malah menjerumuskan ke hal-hal yang salah dan merusak masa depan. Saya punya beberapa teman yang menghentikan kegiatan masa mudanya dan terpaksa menjadi seseorang yang dewasa di umur yang tidak dewasa, sehingga sekolah dan masa depanpun menjadi hancur berantakan.

Tahun-tahun awal pernikahan mudanya, sangat penuh tantangan dan penuh dengan konflik akibat ketidakmatangan dalam membina sebuah hubungan yang memerlukan tanggungjawab besar. Tidak gampang untuk memulai sebuah hubungan, tidak gampang untuk menyelami pribadi seseorang dan tidak gampang untuk bertahan dalam arus kehidupan yang sarat akan gelombang dan badai. Namun, karena terburu-buru dalam menjalani kehidupan, hal ini seperti terabaikan dan terlupakan.

Anak remaja memiliki emosi yang sangat labil dan belum bisa mengemban suatu tanggung jawab sebagai suami atau istri. Karena anak remaja masih dalam tahap pembelajaran tentang kehidupan yang harus dilalui dengan sabar dan pelan agar tidak merusak diri sendiri.

Sama seperti kendaraan, yang jika dipaksakan kencang berlari setiap harinya, selain membuat boros bahan bakar yang terpakai, juga dapat merusak mesin akibat mesin memiliki kapasitas (cc) yang terbatas. Demikian juga para remaja yang seharusnya menikmati masa muda dengan berbagai kegiatan positif, dibanding kegiatan berduaan dengan lawan jenis yang hanya memancing keinginan, atau tindakan yang terburu-buru yang pasti akan merusak masa depan.

Untuk itu, marilah menjalani hidup sesuai dengan rule dan rute yang sudah ada, perbanyak kegiatan positif dan pendalaman akan cinta Tuhan, penuhi tangki cintamu dengan cinta Tuhan yang akan membantumu melewati berbagai masalah dan kepahitan yang mungkin akan menghalangimu. Hanya cinta Tuhanlah yang mampu membuat seseorang bertahan dalam suatu peperangan yang menggocang batin dan jiwa. Sadarilah bahwa Tuhan itu nyata dan Dia dekat pada mereka yang telah bersahabat karib denganNya.

Tentang Persetubuhan

Ditulis Oleh: Irse Wilis
Pada umumnya, setiap manusia memiliki dorongan seksual kepada lawan jenis. Dorongan seksual itu muncul akibat timbulnya rasa ingin memberi dan menerima yang erat kaitannya dengan CINTA. Manusia menginginkan cinta karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang mampu mencintai sama seperti Penciptanya yang Maha Cinta Sejati. Persetubuhan adalah hal yang wajib dalam sebuah pernikahan karena persetubuhan merupakan tanda kebersatuan antara laki-laki dan perempuan. Persatuan ini mengandung unsur memberi dan menerima sehingga persetubuhan itu terasa indah, nikmat dan bahagia. Persetubuhan ini tidak salah, tidak kotor melainkan sebagai kewajiban dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Sama seperti Allah Tri Tunggal yang merupakan 3 pribadi dalam satu kesatuan Ilahi, begitu juga hubungan suami istri yang harus mencapai kesatuan, salah satunya melalui persetubuhan.

Persetubuhan hanya boleh dilakukan oleh mereka yang telah menerima sakramen perkawinan, karena persetubuhan itu suci sehingga sebelum melakukannya harus disahkan dulu oleh Yang Maha Kudus, agar Dia menjadikan persetubuhan itu berbuah manis dalam pernikahan tersebut. Tanpa kehadiran Tuhan, persetubuhan itu hanya merupakan gejolak birahi yang memuaskan badan, yang tidak akan menghasilkan buah manis, dan membawa manusia jatuh ke dalam dosa akibat tidak terkendalinya keinginan daging tersebut.

Persetubuhan yang tidak kudus akan membuka pintu dosa seksual yang siap menjerat manusia tersebut. Terikat akan kenikmatan dunia yang menghanyutkan dan sekaligus membinasakan. Menghanyutkan karena persetubuhan tersebut bisa menimbulkan efek ketagihan akibat tidak terkendalinya dorongan seksual; membinasakan sebagai efek dosa yang mematikan rohani dan jasmani manusia. Tidak bisa dipungkiri kalau persetubuhan yang tidak kudus/seks bebas akan membuka peluang penularan penyakit menular seksual, aborsi, gangguan pskis akibat tertekan, perasaan takut/berdosa/bersalah, gangguan seksual seperti masochist, hypersex, pedophilia, dan efek buruk lainnya.

Dewasa ini, kejahatan seksual sangat marak terjadi akibat dorongan seksual yang disalahgunakan. Banyak manusia lupa atau tidak ingin mencari kekudusan sehingga, mendorong manusia tersebut untuk melakukan kejahatan seksual. Tubuh hilang kuasanya dan tenggelam dalam nafsu sesat untuk memuaskan tubuh yang lemah yang perlahan akan menjauhkan manusia dari Kebenaran yang diimaninya. Manusia terlalu objektif dan lupa untuk melihat manusia lain sebagai seorang pribadi dan bukan hanya seonggok daging yang menggairahkan. Untuk itulah, teologi tubuh perlu dipelajari kembali untuk melihat persetubuhan itu dalam konteks yang berbeda dengan pandangan dunia.

Menurut St.Yohanes Paulus II, persetubuhan adalah pemberian diri secara total. Yang memiliki empat unsur yang berkaitan satu sama lainnya, yaitu: total, setia, bebas dan berbuah. Persetubuhan yang total berarti memberi diri seutuhnya kepada pasangan, tidak ada yang tersembunyi dan semuanya diberikan dengan tulus ikhlas dan tanpa paksaan. Persetubuhan total jauh dari manipulasi bagian tubuh dengan tujuan mencapai kenikmatan sendiri. Persetubuhan total mengandung unsur memberi dan menerima dimana keduanya aktif mengungkapkan cinta yang tak terbatas.

Persetubuhan setia artinya bahwa persetubuhan tersebut dilakukan pada pasangan yang sah, sesuai dengan waktu yang disepakati bersama dengan tujuan kenikmatan bersama. Persetubuhan setia akan sangat menghargai keberadaan dan keadaan pasangan sebagai pihak yang memberi/menerima cinta, tidak ada keinginan liar untuk melakukannya dengan pihak lain karena sadar bahwa pasangannya merupakan pihak yang layak untuk memberi/menerima cintanya.

Persetubuhan bebas artinya persetubuhan yang menginginkan kebaikan bagi pasangannya. Tidak terikat perasaan takut dan bersalah karena melakukannya dengan dasar cinta. Persetubuhan bebas bukan persetubuhan liar yang melakukan kegiatan seksual yang tidak alami seperti sodomi. Persetubuhan bebas membuat masing-masing pihak bebas lepas untuk mengekspresikan cinta dengan cara dan aturan yang benar yang tidak meyakiti pasangan baik secara langsung atau tidak langsung.

Persetubuhan yang berbuah artinya persetubuhan yang menghasilkan buah manis. Tidak mencegah pembuahan akibat dari persetubuhan tersebut, sebagai ungkapan syukur dan bukti kasih dari persetubuhan yang telah terjadi. Persetubuhan yang berbuah akan menghasilkan buah-buah manis dalam kehidupan pernikahan karena merupakan hasil berkat dan rahmat Tuhan yang menguduskan persetubuhan tersebut.

Persetubuhan antara laki-laki dan perempuan adalah sakral karena seperti Yesus yang memberi diriNya secara total, setia, bebas dan berbuah kepada umat pilihanNya. Yesuslah pedoman dalam hidup berkeluarga sehingga manusia dapat lebih mengendalikan dorongan seksualnya dan mengikuti Dia yang diimaninya. Tanpa Yesus dalam diri seseorang dan dalam sebuah keluarga, maka kekacauan akan mewarnai setiap lembaran kehidupan lantaran telah kehilangan berkat dari Tuhan yang memberkatinya.

Untuk itu, hati-hatilah dalam setiap melakukan persetubuhan agar kiranya tetap menjadikannya kudus dan berkenan kepada Allah. Bagi, yang sudah melakukan seks bebas/persetubuhan yang tidak kudus segeralah akhiri keterikatanmu terhadap dosa, agar hidupmu dipulihkan dan kebahagiaan dapat mengisi hari-harimu.

Tetaplah teguh dalam iman agar berkatNya senantiasa tercurah untuk kita semua. Amin.