Hubungan Cinta

Ditulis Oleh: Irse Wilis

Setelah mengenal jatuh cinta maka tahapan setelahnya adalah memutuskan untuk komit dalam mencintai orang yang membuat kita jatuh cinta tersebut. Disinilah sebuah hubungan terbentuk yang sering disebut, hubungan pacaran dimana, manusia yang telah jatuh cinta mulai serius dalam membina perasaan jatuh cinta tersebut menjadi cinta sejati. Cinta sejati merupakan cinta yang mengikat, cinta yang bertanggung jawab, cinta yang komplit. Cinta yang membuat seseorang merasa penuh karena kebutuhan cintanya terpenuhi oleh orang yang tercinta.

Tidak jarang dalam hubungan cinta ini, manusia sering salah kaprah akibat terlalu di mabuk cinta dan menduakan Allah dalam kehidupannya sehari-hari. Sehingga cinta yang harusnya menjadi murni, ternodai oleh nafsu yang menjerat dan mengikat.

Memutuskan untuk mencintai seseorang adalah hak bebas setiap manusia. Tidak ada yang memaksa untuk tetap dalam perasaan cinta tersebut, atau malah meninggalkan perasaan jatuh cinta menjadi pertemanan doang. Saat memutuskan untuk mencintai seseorang harus jelas tujuan akhirnya apa, karena jika seperti daun yang bertiup kesana kemari, mending hubungan yang dibentuk adalah hubungan pertemanan doang, daripada bermain api yang hanya menghangatkan sejenak; tapi ujung-ujungnya malah membakar diri sendiri.

Tujuan akhir dalam suatu hubungan cinta sangat penting karena kita harus sadar betul akan resiko dalam sebuah hubungan cinta. Apabila hubungan cinta yang terbentuk sudah jelas tujuan akhirnya tapi malah menjadi bubar, maka perlu ditinjau kembali apakah kalian berdua masih fase jatuh cinta atau sudah sampai ke tahapan komit dalam cinta (hubungan cinta sudah terbentuk). Karena apabila sudah komit, maka kata bubar itu tidak akan berlaku, karena masing-masing pihak akan berpegang teguh pada komitmen yang telah disepakati bersama.

Untuk itu tidak perlu terburu-buru untuk memutuskan komit mencintai seseorang karena tanggung jawabnya sangatlah besar. Cinta itu tidak seperti cerita sinetron, atau drama yang berakhir bahagia atau menyedihkan. Cinta itu seperti nano nano yang kadang manis, kadang asin, kadang asam, yang sangat ramai rasanya. Komitmenlah yang membuat cinta mampu bertahan, karena komitmen membantu orang yang jatuh cinta untuk menikmati setiap rasa yang telah terbentuk.

Jika, hubungan cinta telah terbina dengan baik, maka hubungan cinta tersebut akan berujung pada pernikahan agar dapat membina cinta yang total, setia, bebas dan berbuah. Tanpa ikatan pernikahan maka hubungan cinta masih seperti bayi yang baru lahir yang tidak tau kapan akan dewasa dan mandiri sendiri.  Sebaliknya, jika hubungan cinta berakhir karena salah langkah atau salah persepsi atau salah mengambil keputusan, maka tahapan selanjutnya adalah patah hati yang dapat dilihat pada tulisan berikutnya.

Bersambung..... next Putus Cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar